banner 1000x500 banner 1000x500
NewsPendidikan

Skandal PKBM Taman Sari Pandeglang Mencuat, Awak Media Gagal Konfirmasi Usai Dugaan Intimidasi

26
×

Skandal PKBM Taman Sari Pandeglang Mencuat, Awak Media Gagal Konfirmasi Usai Dugaan Intimidasi

Sebarkan artikel ini

Pandeglang, sorotbanten.com – Lembaga pendidikan kesetaraan PKBM Taman Sari yang berada di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan setelah tim awak media melakukan kunjungan langsung guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian kegiatan pembelajaran.

Kedatangan tim awak media bertujuan melakukan klarifikasi kepada Sawiri yang diketahui sebagai Kepala PKBM Taman Sari. Pertemuan berlangsung di kediaman Sawiri, mengingat salah satu anggota tim media telah mengenal yang bersangkutan sejak tahun 2024.

Awalnya, pertemuan tersebut dimaksudkan hanya untuk berbagi informasi dan diskusi ringan terkait dunia pendidikan kesetaraan. Namun situasi berubah ketika Sawiri diduga merasa tersinggung atas pembahasan yang disampaikan oleh tim media.

Menurut keterangan tim awak media, Sawiri tiba-tiba menunjukkan sikap emosional dengan menggebrak lantai secara keras sambil memanggil Ketua RT setempat. Kondisi tersebut membuat suasana menjadi tegang dan tidak kondusif.

“Kami datang hanya ingin bersilaturahmi sekaligus sharing terkait pendidikan kesetaraan berdasarkan aduan masyarakat. Namun respons yang diterima justru di luar dugaan,” ujar salah satu anggota tim media.

Kekecewaan awak media semakin bertambah lantaran klarifikasi terkait sejumlah temuan di lapangan tidak dapat dilakukan. Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil investigasi awal, kegiatan pembelajaran di PKBM tersebut diduga tidak berjalan aktif sebagaimana tercatat dalam data Dapodik.

Selain itu, awak media juga memperoleh informasi adanya dugaan kerja sama antara pihak lembaga dengan sejumlah oknum dalam mencari warga belajar yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).

Dari informasi yang dihimpun, pembagian dana BOP disebut-sebut memiliki persentase tertentu, yakni sekitar 40 persen untuk pihak pencari warga belajar dan 60 persen untuk lembaga. Namun dugaan tersebut belum sempat dikonfirmasi langsung kepada pihak PKBM karena situasi yang semakin memanas.

Tim awak media juga mengaku merasa terintimidasi setelah melihat Sawiri membawa senjata tajam jenis golok di bagian pinggangnya saat pertemuan berlangsung. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tim akhirnya memilih meninggalkan lokasi tanpa melanjutkan proses konfirmasi.

Atas kejadian tersebut, awak media meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang serta Inspektorat Daerah untuk segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas PKBM Taman Sari, khususnya terkait pelaksanaan pembelajaran dan pengelolaan dana BOP.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKBM Taman Sari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan maupun insiden yang terjadi saat kunjungan awak media berlangsung.

anggi

banner 1000x500