banner 1000x500 banner 1000x500
DaerahKeagamaan

Rancabuaya Jadi Pusat MTQ Jambe 2025, Masyarakat Antusias Sambut Ajang Qurani

150
×

Rancabuaya Jadi Pusat MTQ Jambe 2025, Masyarakat Antusias Sambut Ajang Qurani

Sebarkan artikel ini

Tangerang, sorotbanten.com | Suasana Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat–Sabtu (4–5 Desember 2025) dipenuhi kemeriahan dan nuansa religius.

Pemerintah Kecamatan Jambe sukses menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23, sebuah ajang tahunan yang menjadi magnet bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat hubungan antar warga.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Rancabuaya sebagai tuan rumah ini diawali dengan defile atau parade kafilah dari 10 desa peserta. Dengan membawa identitas dan semangat masing-masing, para kafilah menampilkan parade yang meriah namun tetap sarat nilai budaya dan keagamaan.

MTQ ke-XXIII Kecamatan Jambe tahun ini mengusung tema “Wujudkan SDM yang Unggul dan Profesional Qurani menuju Kecamatan Jambe yang Semakin Gemilang.”

Kepala Desa Rancabuaya, H. Supandi, menyampaikan bahwa kegiatan MTQ ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi langkah strategis dalam mendorong masyarakat untuk semakin dekat dengan ajaran Al-Qur’an.

“MTQ ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Jambe untuk memajukan wilayah agar semakin gemilang. Melalui kegiatan dua hari ini, kita berharap lahir SDM yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan profesionalisme yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal moral dan spiritual yang kuat.

Sementara itu, Camat Jambe Tatang Suryana, saat membuka MTQ ke-23 secara resmi, menegaskan bahwa kegiatan ini harus membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Jadikan MTQ ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. MTQ adalah gerakan moral dan spiritual yang harus memberi dampak positif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa MTQ memiliki makna mendalam yang melampaui kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membentuk karakter masyarakat yang religius, santun, dan disiplin.

Pantauan di lokasi, usai membuka secara resmi, Camat Tatang juga mengukuhkan Dewan Hakim sebagai bentuk komitmen bahwa proses penilaian akan berjalan objektif, profesional, dan sesuai ketentuan.

Berbagai cabang lomba pun digelar dengan antusiasme tinggi. Peserta dari tiap desa menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam melantunkan ayat-ayat suci, memahami tajwid, hingga memperagakan keterampilan lainnya yang terkait dengan ilmu Qur’an.

Masyarakat Jambe terlihat memadati area pelaksanaan MTQ sejak pagi hingga malam hari. Tidak hanya untuk mendukung kafilah desa masing-masing, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di wilayah tersebut.

Dengan terlaksananya MTQ ke-23 ini, Pemerintah Kecamatan Jambe berharap nilai-nilai Qurani semakin mengakar, kualitas SDM meningkat, dan hubungan sosial masyarakat semakin harmonis.

asp

banner 1000x500
Keagamaan

Suasana religius dan penuh antusiasme mewarnai pembukaan Semarak Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dirangkai dengan peresmian sejumlah fasilitas baru di Masjid Agung Al-Amjad, Jumat (20/2/26). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Moch. Maesyal Rasyid.