banner 1000x500 banner 1000x500 banner 1000x500 banner 1000x500 banner 1000x500
News

Pelayanan Disorot Aktivis, Absennya Kepala Kemenag Tangerang Dinilai Cederai Keterbukaan Publik

84
×

Pelayanan Disorot Aktivis, Absennya Kepala Kemenag Tangerang Dinilai Cederai Keterbukaan Publik

Sebarkan artikel ini
Foto: Ketua LSM PPUK, Hendra Jaya

Tangerang, sorotbanten.com — Kinerja pelayanan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, kritik datang dari kalangan aktivis menyusul ketidakhadiran pimpinan Kemenag dalam agenda audiensi resmi yang telah dijadwalkan bersama Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI).

Ketua LSM Pergerakan Perubahan Untuk Keadilan (PPUK), Hendra Jaya, menilai absennya Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang dalam forum dialog tersebut mencerminkan lemahnya komitmen terhadap prinsip keterbukaan informasi publik dan komunikasi antarlembaga.

“Kami sangat menyayangkan absennya Kepala Kemenag dalam audiensi dengan rekan-rekan KWRI. Sebagai instansi pelayanan publik, seharusnya Kemenag menunjukkan sikap kooperatif dan responsif terhadap aspirasi serta upaya konfirmasi dari masyarakat dan media,” ujar Hendra kepada awak media, Rabu (4/2/2026).

Hendra menegaskan, audiensi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog strategis untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, serta sinergi antara pemerintah dan kontrol sosial. Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan tanpa penjelasan yang jelas berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap manajemen pelayanan di lingkungan Kemenag Kabupaten Tangerang.

“Ini bukan semata soal pertemuan yang gagal, tetapi soal komitmen melayani. Jika audiensi resmi yang sudah terjadwal saja diabaikan, publik patut bertanya bagaimana dengan pelayanan masyarakat lain yang bersifat lebih mendesak,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa profesionalisme birokrasi seharusnya tercermin dari kesediaan pimpinan untuk membuka diri terhadap kritik dan pengawasan, termasuk dari insan pers dan elemen masyarakat sipil.

Lebih lanjut, Hendra meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelayanan di Kemenag Kabupaten Tangerang agar sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Jangan sampai pelayanan publik tersandera oleh lemahnya koordinasi dan komunikasi internal. Ini harus menjadi bahan evaluasi serius,” pungkasnya.

Asp

banner 1000x500
News

Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, polemik mencuat setelah muncul dugaan adanya potongan kuku di dalam makanan yang disajikan kepada siswa PAUD Berkah, yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegong Ilir, Kabupaten Lebak.