banner 1000x500 banner 1000x500
Pemerintahan

Nelayan Cikeusik Berharap Modernisasi KNMP Dongkrak Harga Ikan dan Kesejahteraan

21
×

Nelayan Cikeusik Berharap Modernisasi KNMP Dongkrak Harga Ikan dan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini

Pandeglang, sorotbanten.com – Para nelayan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang berharap program modernisasi wilayah pesisir yang dilakukan pemerintah mampu meningkatkan harga jual hasil tangkapan mereka sekaligus memperbaiki kesejahteraan nelayan setempat.

Harapan tersebut disampaikan para nelayan yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari mahalnya biaya operasional melaut hingga harga ikan yang dinilai masih rendah di pasaran.

Salah seorang nelayan Cikiruhwetan, Mawardi (70), mengungkapkan bahwa selama ini hasil tangkapan ikan yang mereka peroleh sering kali dihargai murah. Akibatnya, pendapatan yang dibawa pulang setelah melaut sangat terbatas.

“Ya itu tadi. Pertama kita kan ada pengeluaran untuk solar. Itu ngambilnya cukup jauh dan harganya berbeda,” ujar Mawardi.

Menurutnya, selain bahan bakar, para nelayan juga harus menanggung berbagai biaya operasional lain seperti logistik selama melaut. Kondisi tersebut membuat selisih antara pengeluaran dan pendapatan dari hasil tangkapan menjadi sangat tipis.

Belum lagi, hasil tangkapan yang diperoleh harus dibagi dengan kru kapal yang ikut melaut.

“Karena tidak bisa melaut sendiri, hasilnya harus dibagi dengan kru kapal,” imbuhnya.

Mawardi juga mengeluhkan kondisi cuaca yang dalam setahun terakhir sering tidak bersahabat. Hal ini membuat banyak nelayan memilih tidak melaut karena risiko keselamatan yang tinggi, sementara sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

“Itu juga seharusnya bisa diperhatikan,” katanya.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Yusuf Khudaeri. Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan di wilayah Cikeusik.

Menurutnya, sebagian besar nelayan di daerah tersebut masih menggunakan peralatan tradisional, sehingga membutuhkan dukungan fasilitas serta pendampingan dari pemerintah agar dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka.

“Kami berharap fasilitas yang disediakan pemerintah ini tidak hanya sampai selesai pembangunannya saja, tetapi juga ada pendampingan kepada para nelayan agar bisa naik kelas,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus mendorong kesejahteraan nelayan melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Ia menjelaskan bahwa kawasan pelelangan ikan yang sebelumnya terlihat kumuh kini ditata lebih modern, bersih, dan tertib agar dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan.

“Pelelangan yang dulu kumuh, melalui program KNMP dibuat lebih bersih, rapi dan tertata dengan baik. Termasuk pengelolaannya juga lebih modern,” kata Dimyati.

Menurutnya, KNMP Cikiruhwetan menjadi salah satu proyek percontohan modernisasi kawasan pesisir di Provinsi Banten. Pembangunan yang dilakukan mencakup berbagai fasilitas penunjang, seperti tempat pelelangan ikan modern, dermaga, bengkel kapal, serta balai nelayan yang difungsikan sebagai pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas nelayan.

“Anggaran yang digelontorkan pemerintah ke sini sudah sangat besar. Maka dari itu saya berpesan kepada masyarakat agar benar-benar merawat semua fasilitas yang telah disediakan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan para nelayan di Cikeusik, Kabupaten Pandeglang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperoleh harga jual ikan yang lebih baik, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus meningkat.

red

banner 1000x500