banner 1000x500 banner 1000x500 banner 1000x500
KeagamaanPemerintahan

Lomba “Kampung Ramadan” Berakhir: Juara 1 Hanya diberi Hadiah Pembinaan Rp200 Ribu

21
×

Lomba “Kampung Ramadan” Berakhir: Juara 1 Hanya diberi Hadiah Pembinaan Rp200 Ribu

Sebarkan artikel ini

Lebak, sorotbanten.com – Kegiatan perlombaan Islami “Kampung Ramadan” di Masjid Agung Al A’raaf Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, resmi ditutup pada Selasa (17/3/2026).

Acara tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme peserta. Panitia memberikan hadiah pembinaan uang tunai kepada para juara Rp200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah), tropi (piala) dan piagam.

Acara penutupan dihadiri Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak yang juga Ketua DKM Masjid Agung Al A’raf, Alkadri, jajaran pengurus DKM, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Maret 2026 di selenggarakan oleh Permasi (Pemuda dan Remaja Masjid Al-A’raaf ) Rangkasbitung dan ini diikuti puluhan peserta anak usia di bawah 12 tahun dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Rangkasbitung. Berbagai lomba digelar, mulai dari; mewarnai, Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), cerdas cermat, murotal, hingga adzan.

Namun, di balik semangat Permasi dalam pembinaan generasi muda tersebut, panitia hanya mampu memberikan uang pembinaan sebesar Rp200.000 kepada juara pertama di setiap kategori. Sedangkan untuk juara kedua dan ketiga, panitia memberikan juga hadiah sesuai kemampuan.

Nilai tersebut dinilai belum sebanding dengan upaya membangun karakter, mental, dan keberanian anak-anak dalam kegiatan keagamaan.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi proses pembinaan. Harusnya ada dukungan yang lebih serius dari Pemda Lebak dan semua pihak” kata H. Edi Murpik, warga Pengurus Paguyuban Pasundan di Banten, kepada media Selasa malam (17/3/2026).

Kegiatan ini mendapat dukungan atau sponsor dari sejumlah pihak, seperti; ABY Net, Bank Banten, Baznas Lebak, Lekraf, Yakesmas Cabang Banten, dan Puspaga.

Kampung Ramadan sejatinya tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda agar berakhlak baik, berani tampil, dan mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Para peserta membawakan tema-tema penting, seperti berbakti kepada orang tua, kejujuran, dan peningkatan ibadah di bulan Ramadan.

Minimnya apresiasi dalam bentuk hadiah pun menjadi catatan penting bagi para pemangku kebijakan. Pemerintah Kabupaten Lebak, dunia usaha, serta lembaga terkait diharapkan tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga memberikan dukungan nyata terhadap kegiatan pembinaan generasi muda.

Jika kegiatan seperti ini terus dipandang sebelah mata, bukan tidak mungkin potensi lahirnya dai-dai muda dari daerah akan terhambat. Padahal, investasi pada pembangunan mental dan spiritual anak merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah.

Kampung Ramadan telah membuktikan bahwa potensi itu ada. Tinggal sejauh mana keberpihakan dan keseriusan semua pihak untuk mendukungnya.

ds ar

banner 1000x500