banner 1000x500 banner 1000x500
News

King Naga Geram Atas Pernyataan Ketua SPN Lebak Sidik Uwen Menyebut Ormas/LSM Di Lebak Ganggu Perusahaan

194
×

King Naga Geram Atas Pernyataan Ketua SPN Lebak Sidik Uwen Menyebut Ormas/LSM Di Lebak Ganggu Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Lebak, sorotbanten.com | Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, meluapkan kekesalannya atas pernyataan Ketua SPN Lebak Sidik Uwen yang menyebut LSM dan Ormas sebagai pihak yang mengganggu perusahaan, tanpa menyebutkan nama ataupun bukti yang jelas.

King Naga menilai pernyataan tersebut asal lempar isu dan berpotensi memecah belah masyarakat.

“Jangan gampang melempar opini liar ke publik. Kalau memang ada yang mengganggu, sebutkan siapa! Jangan LSM dan Ormas dijadikan kambing hitam seenaknya,” tegas King Naga dengan nada keras, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, pernyataan seperti itu sangat berbahaya karena dapat memicu stigma negatif terhadap seluruh LSM dan Ormas, padahal banyak organisasi yang justru berjuang untuk kepentingan masyarakat kecil.

“LSM itu bukan preman berkedok organisasi. Kami ini mitra kritik, mitra rakyat, bukan pengganggu perusahaan. Yang bikin rusak itu oknum, bukan lembaganya!” ujarnya.

King Naga juga menantang pihak yang membuat pernyataan tersebut agar berani membuktikan ucapannya.

“Kalau punya data, buka! Jangan cuma berani di omongan. Kami siap berhadapan secara terbuka, transparan, dan berdasarkan hukum,” katanya.

Ia menegaskan, GMBI Distrik Lebak tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan perusahaan mana pun, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap perusahaan yang diduga melanggar aturan.

“Kalau perusahaan berjalan sesuai aturan, LSM tidak akan ganggu. Yang biasa kebakaran jenggot itu justru yang merasa tersentil karena ada indikasi pelanggaran,” sindirnya.

Diakhir pernyataannya, King Naga mengingatkan agar semua pihak berhenti membuat opini liar yang bisa memicu konflik horizontal antara buruh, masyarakat, dan organisasi sosial.

“Bicara itu pakai otak, bukan pakai emosi. Jangan korbankan stabilitas daerah hanya karena ingin cari panggung,” tutupnya.

ds ar

banner 1000x500
News

Dunia pendidikan nonformal di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Hidayah yang berlokasi di Kampung Sukareja RT 01/08, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, kini menjadi sorotan publik menyusul dugaan penahanan ijazah siswa disertai permintaan uang hingga Rp2 juta.

News

Peredaran obat keras golongan G kian merajalela di wilayah Subang. Salah satunya Di Kampung Cibungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, praktik penjualan Pil Setan seperti Tramadol dan Hexymer diduga berlangsung secara terang-terangan, bahkan pada siang hari, tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.