banner 1000x500 banner 1000x500
News

Diduga Ada Potongan Kuku di Menu MBG, Dapur SPPG Cilegong Ilir Lebak Disorot Publik

29
×

Diduga Ada Potongan Kuku di Menu MBG, Dapur SPPG Cilegong Ilir Lebak Disorot Publik

Sebarkan artikel ini

Lebak, sorotbanten.com – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, polemik mencuat setelah muncul dugaan adanya potongan kuku di dalam makanan yang disajikan kepada siswa PAUD Berkah, yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegong Ilir, Kabupaten Lebak.

Temuan tersebut sontak memicu reaksi keras dari masyarakat. Pasalnya, program MBG sejatinya dirancang sebagai jaminan pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan higienis, khususnya bagi anak-anak usia dini yang masih sangat rentan terhadap berbagai risiko kesehatan.

Kabar adanya potongan kuku di dalam menu makanan itu dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform media. Publik pun mempertanyakan standar kebersihan serta pengawasan dalam proses pengolahan makanan di dapur penyedia program tersebut.

Menanggapi sorotan publik, pihak SPPG Cilegong Ilir sebelumnya telah memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Pihak SPPG menyebutkan bahwa setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan makanan, proses memasak, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat, dilakukan dengan pengawasan ketat setiap hari guna memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

Namun, klarifikasi tersebut justru memantik kritik dari Ruswa Ilalhi, Koordinator Badak Banten Apil 6, yang menilai pernyataan tersebut tidak sejalan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

“Kalau memang pengawasan dilakukan secara ketat setiap hari, kenapa bisa ada potongan kuku di dalam menu makanan itu. Ini justru menunjukkan bahwa pengawasan di dapur SPPG tersebut diduga masih sangat lemah,” ujar Ruswa Ilalhi kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

Ruswa menegaskan bahwa temuan tersebut bukan sekadar isu atau asumsi semata, melainkan fakta yang telah terbukti dan bahkan sudah beredar luas di sejumlah media.

“Potongan kuku itu sudah terbukti ada di dalam menu makanan dan sudah viral di beberapa media. Jadi jangan membuat klarifikasi pembenaran yang terkesan konyol,” tegasnya.

Menurutnya, klarifikasi yang disampaikan pihak SPPG justru terkesan sebagai upaya membenarkan keadaan, bukan bentuk tanggung jawab terhadap insiden yang telah terjadi.

“Silakan saja membuat klarifikasi, itu hak mereka. Tapi kalau klarifikasi itu justru terkesan sebagai pembenaran atas kejadian yang sudah jelas terjadi, menurut saya itu sangat memalukan,” katanya.

Ruswa juga menilai peristiwa tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan sepele. Pasalnya, program MBG menyasar anak-anak usia dini yang seharusnya mendapatkan jaminan kualitas makanan yang benar-benar bersih, aman, dan bergizi.

Ia pun mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) serta pihak Koordinator Wilayah (Korwil) untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap dapur SPPG Cilegong Ilir.

“Saya berharap pihak BGN maupun Korwil segera turun untuk melakukan audit dapur SPPG tersebut, agar ada evaluasi menyeluruh. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan temuan tersebut serta langkah evaluasi yang akan dilakukan ke depan.

anggi

banner 1000x500