banner 1000x500 banner 1000x500
PemerintahanSosial & Budaya

Bupati Maesyal Dorong Transformasi Posyandu 2026, Targetkan Layanan Terpadu dan Berkualitas

26
×

Bupati Maesyal Dorong Transformasi Posyandu 2026, Targetkan Layanan Terpadu dan Berkualitas

Sebarkan artikel ini

Tangerang, sorotbanten.comBupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, secara resmi membuka Rapat Penyusunan Program bersama Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Ibis Hotel Kelapa Dua, Rabu (25/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati Maesyal menegaskan Posyandu tidak boleh sekadar banyak secara kuantitas, tetapi harus unggul dalam kualitas pelayanan.

“Kita ingin Posyandu tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga berkualitas dalam pelayanan. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Ia menilai terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, regulasi tersebut memperluas cakupan layanan Posyandu. Jika sebelumnya lebih fokus pada kesehatan ibu dan anak, kini Posyandu didorong menjadi pusat layanan terpadu lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga perumahan rakyat.

“Keberadaan Posyandu sangat strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, hingga pelayanan dasar lainnya. Dengan Permendagri 13 Tahun 2024 ini, Posyandu harus semakin kuat dan terintegrasi,” ujarnya.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang, Risma Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa transformasi Posyandu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan penguatan kelembagaan di semua tingkatan serta sinkronisasi program lintas perangkat daerah.

“Transformasi Posyandu membutuhkan komitmen dan kerja bersama yang kuat. Diperlukan penguatan kelembagaan dan sinkronisasi program lintas sektor agar pelayanan dasar benar-benar terpadu dan berkelanjutan,” tandasnya.

Ia berharap forum penyusunan program ini mampu menghasilkan keputusan konkret yang selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah serta mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk target penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 2.386 Posyandu dengan 1.625 kader yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi agar persentase Posyandu aktif terus meningkat.

“Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan kader aktif yang telah mendapatkan pelatihan, belum optimalnya koordinasi lintas sektor, serta perlunya penguatan dukungan di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya.

Melalui rapat penyusunan program ini, pemerintah daerah berharap Posyandu di Kabupaten Tangerang mampu bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang modern, responsif, dan terintegrasi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga di tahun 2026 mendatang.

red

banner 1000x500