banner 1000x500 banner 1000x500
NewsPeristiwa

Hujan Deras Berjam-jam Mengakibatkan Bencana Longsor dan Pergeseran Tanah Sebabkan Tiga Rumah Rusak

255
×

Hujan Deras Berjam-jam Mengakibatkan Bencana Longsor dan Pergeseran Tanah Sebabkan Tiga Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini

Cianjur, sorotbanten.com — Akibat hujan deras yang cukup lama mengguyur sebagian wilayah Cianjur yang menyebabkan terjadinya bencana alam longsor dan pegerakan tanah di wilayah Desa Talagasari dan Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak Cianjur. Akibatnya tiga rumah warga rusak. Rabu (04/12/2024).

Menurut salah satu warga Wedi (31) mengatakan hujan deras dan lama yang terjadi Selasa dan Rabu, 03-04 Desember 2024 terjadi mengakibatkan pergeseran tanah di Kp. Rawa Paray, Desa Talagasari dan Kp. Talaga Desa Neglasari. Peristiwa ini telah menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan.

“Pergeseran tanah di Kp. Talaga yang mengalami kerusakan rumah yakni milik Jajang, Bayong dan Disaf”, kata Wedi.

Para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri dan kini mereka ke rumah kerabat terdekatnya. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan termasuk longsor susulan, para penghuni rumah telah diwanti-wanti untuk tidak kembali menempati rumahnya.

Wedi menambahkan tak hanya pergeseran tanah, hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor yang menutupi jalan dari Desa Talagasari Menuju Neglasari, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda 4 maupun roda 2.

“Material longsor belum bisa dibersihkan karena situasinya masih hujan, yang dikhawatirkan warga takut terjadi ada bencana susulan,” Ujar Wedi.

(asp)

banner 1000x500
News

Dunia pendidikan nonformal di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Hidayah yang berlokasi di Kampung Sukareja RT 01/08, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, kini menjadi sorotan publik menyusul dugaan penahanan ijazah siswa disertai permintaan uang hingga Rp2 juta.

News

Peredaran obat keras golongan G kian merajalela di wilayah Subang. Salah satunya Di Kampung Cibungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, praktik penjualan Pil Setan seperti Tramadol dan Hexymer diduga berlangsung secara terang-terangan, bahkan pada siang hari, tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.