banner 1000x500 banner 1000x500
PemerintahanPendidikan

Wabup Intan Buka Sekolah Gender II, Tegaskan Kesetaraan Bukan Sekadar Wacana

20
×

Wabup Intan Buka Sekolah Gender II, Tegaskan Kesetaraan Bukan Sekadar Wacana

Sebarkan artikel ini

Tangerang, sorotbanten.comWakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (25/02/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar jargon atau wacana normatif, tetapi harus hadir nyata dalam kebijakan, program pembangunan, pelayanan publik hingga pola pikir dan perilaku sehari-hari.

“Perempuan dan laki-laki adalah mitra sejajar dalam membangun daerah. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, Kabupaten Tangerang akan semakin maju dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Gender bukanlah sekolah dalam arti fisik, melainkan forum pembelajaran berbentuk short course yang menjadi ruang diskusi, berbagi pengalaman, sekaligus merancang aksi konkret untuk menjawab persoalan berbasis gender.

“Sekolah Gender ini adalah ruang belajar dan merancang aksi nyata. Kontribusi perempuan sangat penting bagi suksesnya program pembangunan,” tegasnya.

Menurutnya, isu kesetaraan gender bukan tanggung jawab satu perangkat daerah saja, melainkan tanggung jawab kolektif pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, pemuda, hingga keluarga.

Wabup Intan berharap angkatan kedua Sekolah Gender ini mampu melahirkan rencana aksi konkret, mulai dari kampanye publik, edukasi di sekolah, pendampingan korban kekerasan berbasis gender, penguatan regulasi, hingga inovasi program berbasis komunitas.

“Jangan berhenti di diskusi. Harus ada aksi nyata terhadap isu diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,” tandasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung, menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan Sekolah Gender. Program ini dirancang dalam empat angkatan dengan masing-masing sekitar 50 peserta.

“Kita ingin perempuan semakin pintar, berani, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menegaskan bahwa Sekolah Gender merupakan strategi peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani memperjuangkan haknya secara konstruktif.

“Sekolah Gender bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas sosial, dan keberanian memperjuangkan peran perempuan,” jelas Asep.

Ia berharap program tersebut mampu melahirkan agen-agen perubahan yang aktif mengedukasi lingkungan sekitarnya serta mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah.

Dengan digelarnya Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan lahirnya masyarakat yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

asp

banner 1000x500