banner 1000x500 banner 1000x500
News

Tuntut Hak CSR dan Plasma Warga 2 Desa di Paluta Demo Kantor PT. Tindoan Bujing

32
×

Tuntut Hak CSR dan Plasma Warga 2 Desa di Paluta Demo Kantor PT. Tindoan Bujing

Sebarkan artikel ini

Sumatera Utara – Padang lawas Utara, sorotbanten.com — Puluhan warga dari dua desa yaitu desa Padang malakka dan Aek simanap serta mahasiswa kab. Padang lawas Utara melakukan aksi demo di depan kantor PT. Tindoan bujing. Rabu siang (26/6/2024).

Aksi ini aksi kedua kali di lakukan warga dua desa di kecamatan Dolok sigopulon ini, Dalam Aksi ini massa menuntut perusahaan agar segera merealisasikan CSR dan kebun plasma yang belum pernah di berikan PT. Tindoan bujing kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.

Selain itu massa menuntut agar PT.tindoan bujing bisa menghentikan alat berat atau jonder yang kerap di gunakan perusahaan untuk mengangkut TBS yang selalu melintasi jalan di kawasan pemukiman warga, yang selama ini membuat warga resah.

Aksi damai warga desa Padang malaka dan desa Aek simanap yang awalnya berlangsung tenang, sempat memanas setelah asisten perkebunan memberikan penjelasan namun terkesan nyeleneh sehingga massa marah dan nyaris terjadi baku hantam, suasana memanas dapat di redam setelah pihak kepolisian dari Polsek Dolok yang mengawal aksi demo, mencoba melerai massa yang sempat marah.

Saat di konfirmasi ilham Siregar kordinator aksi mengungkapkan kekecewaan warga dua desa kepada perusahan perkebunan sawit ini karna perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun ini tidak pernah memberikan hak hak masyarakat seperti CSR dan perkebunan plasma , selain itu aktifitas perusahaan selama ini cukup meresahkan di karenakan kerap mengunakan alat berat ( jonder ) untuk mengangkut TBS dan selalu melintasi jalan di kawasan pemukiman.

“Kami sebagai warga di lingkaran perusahan dari dua desa cukup kecewa dengan perusahaan PT. Tindoan bujing yang selama ini hanya berjanji akan memberikan hak masyarakat yaitu CSR dan perkebunan plasma, selain itu perusahaan selama ini cukup semena mena mengunakan alat berat ( jonder ) untuk mengangkut TBS yang selalu melintasi jalan kawasan pemukiman warga,” Ujar Ilham.

Lebih lanjut Ilham mengatakan pihaknya sudah melaporkan lah pengunaan alat berat ( jonder ) kepada dinas perhubungan kab.padang lawas Utara , dan pihaknya menunggu surat danas perhubungan yang akan mengeluarkan surat larang pengunaan jonder dalam pengunaan jonder dalam mengangkut TBS.

Sementara itu saat di konfirmasi Nur hidayat selalu asskeb PT Tindaon bujing mengungkapkan kepada masyarakat pihaknya berjanji akan memberikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat , terkait pengunaan jonder untuk mengangkut TBS pihak PT. Tindoan bujing telah mendapat ijin dari camat dan kepala desa Padang malakka dan Aek simanap.

“Kami sudah membuat perjanjian kepada masyarakat untuk melakukan pertemuan dalam membahas CSR dan plasma untuk masyarakat sekitar kebun , terkait pengunaan jonder kami sudah mendapatkan ijin dari camat dan kepala desa padanga malakka dan Aek simanap,” ucapnya.

Setelah melakukan negosiasi masyarakat yang sempat melakukan aksi demo , membubarkan diri dengan tertib dari halaman kantor PT. Tindoan bujing .

(red)

banner 1000x500 banner 1000x500 banner 1000x500

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Tak ingin menanggungkan beban sendirian, pengedar sabu dan pil extasi di Kabupaten Batu Bara yakni Masran alias Sumpil (46) warga Huta Bandar Hobun, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, yang ditangkap Petugas pada hari Selasa tanggal 09 Juli 2024 yang lalu, sekitar pukul 01.30 wib, di Desa Pasar Lapan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, akhirnya nyanyi alias membeberkan kepada Petugas identitas pemasok atau penyuplai barang haram tersebut.